Pembentukan Advisory Board S1 Teknik Pangan Periode 2021-2022

Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB melalui surat keputusan bernomor 1781/IT1.C07/SK-DA/2021 telah mengangkat tim advisory board untuk Program Studi Sarjana Teknik Pangan. Adapun tugas-tugas dari tim ini antara lain:

  • Memberikan masukan untuk tujuan pendidikan (Program Educational
    Objectives)
    agar relevan dengan kebutuhan masyarakat;
  • Memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum; dan
  • Memberikan masukan untuk mendukung proses pelaksanaan akreditasi.

Tim ini beranggotakan 6 orang profesional di dunia industri, pemerintahan, dan pendidikan, yaitu:

  1. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pertanian pada tahun 1986 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia meneruskan pendidikan pascasarjana di Asian Institute of Technology, Thailand dan memperoleh gelar S2 pada tahun 1993 dan S3 pada tahun 2002 pada bidang Agricultural Engineering. Saat ini, beliau menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan di Kementerian Pertanian sejak 18 Juli 2017. Sebelum memangku jabatan ini, ia menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian (2016-2017), Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2014-2016), Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, dan Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian. Sejak Januari 2006, beliau dipercaya sebagai Vice President Asia Association at Agricultural Engineering (AAAE) untuk bidang industri.

 

 

  1. Edmon Chairul, S.T., MBA.

Beliau mendapatkan gelar akademiknya dari Institut Teknologi Bandung, yaitu Sarjana Teknik Kimia (1998) dan Master of Business Administration (2001). Ia lalu meneruskan kariernya pada Sara Lee Indonesia sejak tahun 2002 hingga sebagian departemen perusahaan tersebut diakuisisi oleh SC Johnson. Pada tahun 2015, ia memutuskan untuk berkarier di industri pangan, yaitu sebagai Director of Operations di Kerry Taste & Nutrition.

 

  1. Filda Citra Yusgiantoro, S.T., MBM., MBA., Ph.D.

Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik pada bidang Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2003. Beliau memiliki dua gelar S2, yaitu Master in Business and Management (MBM) dari Università degli Studi di Padova, Italia (2005) dan Master of Business Administration (MBA) dari Nanyang Business School, Singapura (2013). Gelar Ph.D. diperoleh dari Monash University, Australia pada tahun 2017 dengan disertasi yang berfokus pada permasalahan ekonomi dalam rumah tangga dan UMKM di Indonesia. Ia berkarier sebagai business analyst/consultant sejak tahun 2007, pengajar ekonomi pada  Universitas Prasetiya Mulya dari tahun 2019, dan ketua Purnomo Yusgiantoro Center sejak lembaga tersebut didirikan tahun 2016.

 

  1. Hartono Atmadja, MM.

Beliau mendapatkan gelar akademik Insinyur Teknik Kimia (1990) dari Institut Teknologi Bandung dan Magister Manajemen (1994) dari Universitas Indonesia. Pengalaman karier beliau antara lain Service Engineer di PT. Nalco Perkasa (1990-1994), Marketing for Pacific Region untuk Paper Process Product di Nalco Pacific Co. Ltd, Singapura (1995-1997), dan Marketing Manager PT Rhone Poulenc Indolatex, Indonesia (1994- 1998). Setelah itu, ia berkiprah di industri pangan yakni pada Garudafood sejak tahun 2000. Saat ini, beliau menjabat sebagai Komisaris PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk., Presiden Direktur Grup Tudung Putra Putri Jaya, Komisaris Utama PT. Garuda Bumi Perkasa, Presiden Direktur PT. Bumi Mekar Tani, Komisaris Utama PT. Garuda Timur Pacific, dan Direktur Garuda Polyflex Foods Pvt Ltd.

 

  1. Mukund V. Karwe, Ph.D.

Beliau meraih gelar akademik S1 pada bidang Teknik Mesin di Indian Institute of Technology Bombay, India (1981) dan melanjutkan studi S2 dan S3 di Rutgers University, New Jersey, Amerika Serikat. Ia telah memulai kariernya sebagai akademisi dan peneliti di Rutgers University sejak tahun 1988 hingga saat ini telah menjabat sebagai Distinguished Professor pada Department of Food Science. Fokus penelitian beliau adalah pemrosesan makanan pada tekanan tinggi dan juga teknik ekstrusi makanan. Rekam jejak karier beliau telah membuatnya diganjar berbagai penghargaan, di antaranya William V. Cruess award dari the Institute of Food Technologists (2009) dan Lifetime Achievement Award dari the International Association for Engineering and Food (2019).

 

  1. Thomas Darmawan

Beliau adalah Ketua Komite Tetap Industri Pengolahan Makanan dan Protein Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Dewan Pengarah GAPMMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia), dan Ketua Komite Perikanan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia).

 

Berita Terkait